Rabu, 11 Mei 2011

Cara Merawat Perhiasan Mutiara

Cincin Mutiara Kualitas dan keawetan mutiara banyak dipengaruhi seberapa tebal lapisan narce yang dikeluarkan kerang untuk melapisi benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Walau begitu, setebal apapun nacre dari mutiara, bahan perhiasan ini masih jauh lebih rapuh dibandingkan batu-batuan.

Agar perhiasan mutiara anda tampil bagus dan tetap berkilau lebih lama, ikuti tips dan cara merawat berikut :

  • Usahakan mengenakan perhiasan mutiara setelah anda selesai memakai makeup dan menyemprotkan parfum.
  • Saat mau memakai hand and body lotion atau cream, lepaskan dulu cincin atau gelang mutiara yang anda pakai.

Ketika anda melepas perhiasan mutiara untuk disimpan, lap dulu dengan kain lembur dan bersih. Anda bisa membasahi dulu kainnya atau melapnya kering. Jika basah, kering-anginkan mutiara sebelum menyimpannya.

  • Mutiara yang amat kotor bisa dicuci dengan air yang mengandung sabun lunak. Hindari mencuci mutiara dengan larutan yang mengandung amoniak atau deterjen yang keras. Juga hindari membersihkan mutiara dengan kain yang kasar.
  • Simpan perhiasan mutiara di tempat tersendiri, terpisah dari perhiasan lainnya. Hal ini disebabkan mutiara lebih mudah tergores oleh perhiasan dari logam dan batu-batuan yang menghiasinya. Letakkan dalam kotak terpisah atau bungkus dulu dengan kain lembut sebelum menyimpannya dengan perhiasaan lain.
  • Kalung mutiara secara periodik memerlukan tali baru (baik yang terbuat dari sutra maupun nilon), agar bentuknya tetap bagus.

Sekadar tambah pengetahuan, mutiara alam biasanya dijual berdasarkan beratnya yang dinyatakan dalam satuan karat. Sedangkan mutiara hasil budidaya, harga jualnya ditentukan oleh ukuran lingkarannya dalam milimeter.